skip to main |
skip to sidebar
Untold Story Vol.4

Wahai para istri...
Pernahkah kau perhatikan lebih jauh tentang sosok perkasa yang ada
dirumahmu, yang menjadi separuh nyawamu itu, dan yang menjadi teman
seumur hidup bagimu untuk menghabiskan hari...???
Lihatlah dia dalam tidurnya...
Tidur nyenyaknya seakan menggambarkan betapa seharian ini beliau begitu
lelah guna mencukupi nafkah untukmu. Dia menyingsingkan lengannya dan
mengusap keringatnya, demi dirimu untuk sebuah tercukupi. Katup sayu
matanya mungkin tengah menahan derasnya air mata dalam tidur, karena
jebolnya bendungan hati yang kian tergerus setumpuk masalah hidup. Tapi
semua masih tertahan, karena tidak akan tega membiarkan kau dan
keluargamu terlunta.
Lihatlah kaki kuat itu...
Allah SWT
yang menopang tubuh renta suamimu, yang menjadi penopang ketika harus
menyusuri dunia untuk sebuah kebahagiaanmu, wahai wanita. Bahkan seperti
yang di sabdakan Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam, jikapun
memang sesama manusia boleh bersujud, maka di kaki itu, kau harus
meletakkan sujudmu dan memasrahkan tanganmu kepadanya.
Lihatlah gurat garis wajahnya...
Kulitnya yang legam dan kasar itu menandakan beratnya perjuangannya.
Seakan disana terukir sebuah perjuangan yang begitu melelahkan namun
menenangkan seluruh anggota keluargamu. Dengan tanpa keluh walaupun
sesekali bimbang dalam melintasi, namun tetep menyediakan pundak yang
kuat, dan dada yang lapang demi kau bersandar. Lihatlah gurat wajah
lelah itu, yang seakan semakin rapuh dari hari ke hari namun tetap teguh
demi sebuah yang bernama tanggung jawab.
LIHATLAH PARA ISTRI YANG SHOLIHAH, DIALAH SUAMIMU ..
Lihatlah tangannya...
Rasakan tangan berkulit kasar itu yang semakin hari semakin terasa
kasar. Tangan itulah yang telah menyelamatkanmu menuju sebuah
kehormatan dan menggandengmu pada sebuah perlindungan. Tangan inilah
yang terkait dengan hati mereka dimana mereka seumur hidup menghabiskan
hari harinya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Lihatlah mata mereka...
Pandangan teduh itulah yang mendamaikanmu. Mengajakmu dengan lindungan
dalam kekuatan mereka. Berharap kedamaian menyelimutimu, menghapus
sedihmu dan kembali membawa senyum untukmu.
Wahai para istri...
Pandangan teduh itu yang mengoyak arogansi dan kekuatan mereka demi
sebuah cinta yang tulus untuk keluarga . Pandangan teduh yang juga
begitu lelah.
Wahai para istri...
Betapa banyak suami yang
tidak dapat memejamkan mata mereka karena beratnya pikiran dan tanggung
jawab mereka saat ini. Subhanallah, maka bahagiakan dan alihkan sedikit
beban mereka dengan sebuah kesenangan dan kesyukuran karena kehadiranmu.
Bahagiakan mereka dengan meminimalisir keluhanmu atas mereka, dan
menghadirkan senyum hari- hari mereka.
Lihatlah ketulusan hati mereka...
Seorang lelaki yang dengan penuh pengayoman tulus dan pengabdian penuh,
telah menghabiskan jatah umur mereka demi memegang kendali kapal rumah
tanggamu.
[-] Mereka tak mengharapkan balas kecuali kesetiaanmu.
[-] Mereka tak mengharapkan puji kecuali kepandaianmu menjaga anak² dan kehormatan diri serta keluarga.
[-] Mereka tak mengharapkan pamrih kecuali dengan kebahagiaan, karena terjaganya pendamping yang shalihah di disisinya ..
*****
Sungguh para wanita, ridho suamimu adalah kunci surga dunia bagi dirimu dan surga akherat untuk kau dan keluargamu.
Maka hargailah...
Maka rendahkan suaramu...
Walaupun mungkin dalam amarahnya yang sempat memuncak.
Tidak apalah jika mengalahmu bisa menjadi sedikit balasan bagi kelegaan
hati mereka. Allah akan tersenyum kepadamu, Allah akan ridho kepadamu,
surgapun akan merindukanmu atas semua kebesaran hati dan keluasan
jiwamu.
Dan sudahkah hari ini kau memanjatkan doa untuk
kemudahan jalannya, mengucapkan kata terimakasih untuknya, seraya
mencium tangannya dengan penuh cinta, berjalan beriringan bersama menuju
satu tujuan, Cinta Allah Azza Wa Jalla... Insya Allah...
No comments:
Post a Comment