Tuesday, February 16, 2010

Kalo pernikahan bisa diselamatkan dengan pacaran aku akan pacaran

Kalo pernikahan bisa diselamatkan dengan pacaran aku akan pacaran, tapi sayangnya bukan bgtu caranya.

Aku biru dan ini kisah ku…

Untuk kesekian kalinya aku harus dibukakan dengan masalah seperti ini, apakah emang seperti itu caranya. Dan akhirnya aku mendapatkan jawabannya.

Dia adalah seorang sahabat yang luar biasa aku kagumi, dari pembawaan dirinya yang sungguh menarik hingga tiap tutur kata yang terlahir dari bibirnya begitu luar biasa terdengar. Tak hanya satu atau dua wanita yang mendekatinya selama ini, tapi puluhan dan bahkan teman pria banyak yang ikut mengagumi langkahnya. Dan dia adalah sahabatku aku tau itu.
Pada saat terdengar oleh ku bahwa dia telah mengikat janji sehidup semati dengan seorang wanita yg begitu cantik jelita sebagai pasangan hidupnya, aku sungguh terharu. Sebuah kehidupan baru akan dimulai. Cinta kasih yang dulunya harus tertahan di dada sekarang menjadi sebuah berkah disetiap langkahnya. Sungguh indah terasa terlebih pada saat sang buah hati lahir menemani ayah dan bundanya menjalani kehidupan ini.
Lengkaplah sudah apa yang diinginkan setiap manusia di bumi ini, kehidupan yang rukun, damai dan penuh cinta kasih bersama isteri cantik jelita yang selalu menemani di setiap langkahnya serta buah hati yang meluluhkan hati setiap orang.
Apa yang dirimu cari lagi wahai sahabat, semua terlihat sempurna.

Tapi Aku melakukan ini juga untuk kebaikan dia, aku disini berkorban. Sebuah kalimat yang sampai detik ini aku ga pernah paham maksudnya apa. Bila dengan pacaran aku dapat menyelamatkan pernikahan ku, aku bisa melakukan itu. Dan dia berada di kondisi itu saat ini.
Tak ada pembenaran bagi ku bila dirimu ingin melakukan perselingkuhan itu, karena itu bukan suatu hal yang heroic, berpacaran untuk menyelamatkan pernikahan, di dengarnya pun terasa sumbang, kalimat yang aneh.
Dia dapat melakukan apapun, aku ingin membuat dirinya bahagia, aku ingin selalu tersenyum di depan nya dan bermain dengan buah hati ku tanpa rasa letih, tapi siapa yang akan menjaga ku pada saat aku sedang lelah, pada saat aku sedang ingin bermanja, saat aku ingin melihat dia seutuhnya. Dia tidak pernah ada untuk ku. Dan untuk itu aku akan berkorban. Aku harus membagi hati ku lagi untuk wanita lain yang akan memberikan aku kebahagiaan sehingga aku akan membawa kebahagiaan itu ke sisinya, ke dalam keluargaku.
Sebenernya siapa yang di korbankan disini, dirimu, istri mu, anak mu, keluarga mu atw selingkuhan mu malahan.
Suatu cerita kehidupan lainnya yang benar-benar terjadi saat ini. Apakah emang benar kita harus berpacaran lagi untuk menyelamatkan pernikahan kita, atau sebenarnya tidak harus dengan seperti itu pengorbanan yang kita berikan. Pernikahan itu adalah saling memberi dan mengerti. Kalian di persatukan oleh cinta dan kasih sayang, buah hati yang akan selalu menjaga kalian dan berterimakasihlah karena kalian sudah dipersatukan, jagalah selalu hingga hanya maut yang akan memisahkan kalian.
Kita tidak akan pernah merasa kehilangan hingga nantinya dia benar-benar tidak lagi bersama kita disini, dan bila itu terjadi, sia-sialah waktu yg kita punya saat itu. Sadarilah itu, gunakanlah waktu yang dipunya dan hargailah dia.